您现在的位置是:里应外合网 > ekonomi
candu 777 Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak
里应外合网2026-04-06 06:01:28【ekonomi】2人已围观
简介Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan candu 777
Nanti setelah sebulan,candu 777 kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Purbaya mengatakan pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman, sebagaimana pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Purbaya menyebut rerata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, kata Menkeu, APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak.
Meski begitu, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.
Bendahara negara pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.
“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.
Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.
Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.
Baca juga: Harga minyak meroket, Bahlil percepat mandatori campuran etanol ke BBM
Baca juga: Bahlil: Harga Pertalite tak naik meski minyak dunia capai 118 dolar AS
Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, bp, Vivo stabil pada pekan kedua Maret
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
很赞哦!(154)
相关文章
- Bali United permalukan tuan rumah Arema FC 4
- Persita curi tiga poin penuh dari markas PSM Makassar
- 41 pemain dipanggil untuk skuad sementara hadapi FIFA Series 2026
- Rusia rancang resolusi DK PBB demi dorong gencatan senjata di Timteng
- PSIM kembali ke jalur kemenangan usai atasi PSBS 4
- Persija Jakarta gagal tempel Persib usai ditahan imbang 2
- PSIM tak khawatir Ze Valente absen hadapi Semen Padang
- Borneo bersyukur bawa pulang satu poin dari kandang Persija
- Thom Haye ingin Persib manfaatkan pengalaman dari pertemuan pertama
- Kurniawan anggap semua calon lawan di Piala AFF U17 cukup berat
热门文章
站长推荐

Persita perpanjang penderitaan Madura United dengan kemenangan 4

Persijap vs Persis berakhir imbang tanpa gol

Donny Warmerdam senang kembali bermain setelah cedera lama

Thom Haye optimistis Persib kalahkan Persik

Sergio Castel tak alami cedera serius seusai laga kontra Persebaya

Persib Bandung terus pantau kondisi Febri Hariyadi

Timnas Indonesia di Grup B Kejuaraan ASEAN Futsal 2026

Akhiri perjuangan di AFF Futsal 2026, Indonesia huni peringkat empat